Peringatan Bulan Bahasa Bali 2026: Menjaga Keberagaman Budaya Melalui Bahasa
Kuta, 26 Februari 2026 – Bulan Bahasa Bali 2026 kembali digelar dengan tujuan untuk melestarikan dan memperkenalkan bahasa Bali sebagai salah satu warisan budaya tak benda yang harus dijaga. Peringatan ini diselenggarakan setiap tahun pada bulan Februari, dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat Bali, baik dari kalangan pelajar, mahasiswa, hingga para seniman budaya.
Bulan Bahasa Bali 2026 mengusung tema "Nyanggra Bali, Ngemargiang Bahasa Bali" (Menjaga Bali, Melestarikan Bahasa Bali), yang bertujuan untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya penggunaan bahasa Bali dalam kehidupan sehari-hari serta memperkenalkan kekayaan sastra Bali yang kaya akan nilai filosofi dan budaya. Berbagai kegiatan seperti lomba penulisan, pembacaan puisi, pameran sastra, dan seminar budaya Bali digelar untuk mengajak masyarakat untuk lebih mencintai dan melestarikan bahasa daerahnya.
"Kami berharap dengan adanya Bulan Bahasa Bali, bahasa Bali tidak hanya tetap hidup, tetapi juga semakin digunakan dalam komunikasi sehari-hari. Melalui kegiatan ini, generasi muda diharapkan dapat menjaga dan memperkenalkan bahasa Bali kepada dunia luar," ujar I Made Rai Arta, S.Pd, M.Pd selaku Ketua Panitia Bulan Bahasa Bali 2026.
Selain lomba-lomba budaya, acara ini juga diisi dengan pertunjukan seni tradisional Bali, yang mencakup tari, musik, dan teater, untuk memperkenalkan keindahan seni Bali yang erat kaitannya dengan bahasa. Para peserta lomba juga diberikan pelatihan untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang sastra Bali, mulai dari karya-karya klasik hingga sastra kontemporer.
Bulan Bahasa Bali ini juga menjadi ajang untuk mempromosikan penggunaan bahasa Bali dalam media sosial dan digital, di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Pemuda Bali didorong untuk menggunakan bahasa Bali dalam berbagai platform media sosial agar bahasa ini tetap relevan dengan perkembangan zaman.
"Bahasa Bali adalah identitas kami. Jika kita tidak melestarikannya, maka budaya Bali pun akan terancam hilang. Ini adalah tanggung jawab kita bersama," tambah I Made Kridalaksana, S.Pd, M.Hum.
Dengan semakin banyaknya generasi muda yang terlibat dalam Bulan Bahasa Bali, diharapkan bahasa Bali akan terus hidup dan berkembang, tidak hanya di kalangan masyarakat Bali, tetapi juga dapat dikenal dan dihargai oleh masyarakat Indonesia secara luas.





